Kam. Okt 17th, 2019

BUPATI LAMPUNG UTARA DIBOYONG KPK

Barang bukti yang ikut disegel KPK

 

 

 

HARIAN DATAPOST, LAMPUNG UTARA  – Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangku Negara pihaknya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Minggu Malam (6/10).

Dari pantauan dilokasi Rumah Dinas Bupati Kabupaten Lampung Utara (Kotabumi) Jl. Alamasyah Ratu Prawira Negara, rumdis bupati 2 periode ini ramai dikerumuni puluhan warga dan wartawan yang ingin memastikan kabar tersebut.

Sebanyak empat orang berhasil terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Lampung Utara, Minggu (6/10/2019).

Juru bicara KPK Febri menyebutkan dalam kegiatan di Lampung, tim dilapangan berhasil mengamankan sebanyak empat orang. Penangkapan ini diduga ada penyerahan uang yang diperuntukkan Kepala Daerah setempat.

“KPK mengamankan total 4 orang sejak sore hingga malam ini, yaitu: Bupati, 2 Kepala Dinas dan 1 orang perantara,” dalam siaran pers juru bicara KPK.

Selain mengamankan empat orang, KPK juga berhasil mengamankan barang bukti uang sedang dihitung jumlahnya.

“Diduga terkait proyek di Dinas PU atau Koperindag di Kabupaten Lampung Utara. Untuk pengamanan awal, tim telah menyegal sejumlah benda dan lokasi,” kata dia.

Sebagaimana hukum acara yang berlaku, maka KPK akan memproses lebih lanjut pihak-pihak yang diamankan tersebut. Dalam waktu paling lama 24 jam akan ditentukan status hukum perkara dan orang-orang yang diamankan. Pihak yang diperlukan dibawa tadi malam langsung olah KPK. Informasi lebih lanjut tentang penanganan perkara ini akan disampaikan melalui konferensi pers di KPK Senin ini.

Ada yang berbeda dalam operasi tangkap tangan (OTT) kali ini oleh KPK untuk Bupati Lampung Utara dari bupati lainnya yang pernah terjaring KPK dilampung, mantan bupati Tanggamus (Bambang Kurniawan), mantan bupati Lampung tengah (Mustafa), mantan bupati Lampung selatan (Zainuddin), mantan bupati Mesuji (Khamamik).

Pasalnya Bupati Lampung Utara langsung di boyong ke Jakarta, tidak diperiksa dipolda lampung. (dnu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *