Kam. Okt 17th, 2019

KEPSEK SDN KEDATON MEREMEHKAN KEPMEN RI DAN DUGAAN PUNGLI PADA WALI MURIT

Kondisi kamar kecil, SDN KEDATON

 

 

 

HARIAN DATAPOST, Lampung Utara – Meskipun menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia telah mengeluarkan surat larangan No.75.th.2016 sekolah di larang memungut atau pungli (pungutan liar)  terhadap siswa/i berapa pun besarnya, tetapi surat menteri pendidikan tersebut tidak berlaku bagi sekolah SD Negeri Kedaton.

Pasalnya diduga oknum kepala sekolah SDN Kedaton diduga lakukan pungli pada siswa/i melalau wali murid, saat dikonfirmasi adanya pungutan liar pada kepsek SD Negeri kedaton Susiyanto.Spd, pungli tersebut sebesar Rp.50-,Ribu per siswa/i anak didik. Dengan dalih untuk pembuatan atau rehap WC sekolah.

“Aneh bantuan kok nominal angkanya di tetapkan”, ujar sala satu wali murid yang enggan namanya di korankan.

Susiyanto (kepsek) saat dikonfirmasi terkait pungli ini mengelak bahwa dirinya tidak mengetahuinya dengan alasan yang memungut dana itu pihak Komite, tangkis kepsek 27/9/2019.

Lanjut Susiyanto  “surat kepmendikbud no.75.th.2016, di katakannya (surat keputusan menteri) tersebut sudah basi dan sudah tidak berlaku ungkapnya”, pada Data post.

Menurut keterangan beberapa sumber wali murid yang berhasil Data Post temui.  Kepsek atau sekolah SD Negeri Kedaton bukan kali ini saja memungut biaya dari wali murid,   th.2017 pun telah memungut dana pada wali murid, sayangnya sumber tidak meyebutkan besarnya pungutan th.2017.

Terang beberapa sumber pungutan th.2017 itu untuk pembuatan pagar, tetapi sampai saat ini sekolah tersebut belum juga ada tanda-tanda mau membangun pagar. Bahkan dana th.2017 itu sampai berita ini di turunkan tidak jelas rimbanya.

Demikian juga pungutan liar Th 2019 yang di akuinya, bangunanya belum jelas tetapi para wali murit sudah memungut lagi. kini para wali murit merasa resah, ungkap para wali murit pada koran ini.

Susiyanto, mengatakan ada nya bantuan bukan pungli pada wali murit itu, urusanya pada ketua komite sekolah Heriyanto, juga sekdes.  desa kedaton, Saat Tim  ke sekolahan SD NEGERI KEDATON, tgl.28/9/2019 pukul.09.00 wib, kepsek tidak berada di tempat.

Yang ada Harryson.spd.i, bendahara sekolah beliau mengatakan “urusanya semuanya pada kepsek dan ketua komite, termasuk surat hadir para wali murit terangnya, bahkan bendahara saat itu juga se akan-akan menutupi aip adanya pungutan liar di sekolah tersebut.

Dalam pantau Data Post di lapangan kondisi sekolah selain atap dan plaponya memprihatinkan bolong-bolong juga sekolah tersebut termasuk kurang di perhatikan baik oleh kepsek ataupun para dewan guru, dengan jumlah murit  162 siswa/i.

Dengan tenaga pengajarnya/guru 9 orang di antaranya 6 guru PNS dan 3 guru honorer, adanya dana Bos dalam kalkulasi tergolong lumayan, namun pada kenyataanya sekolah SD Negeri kedaton tersebut kotor dan terlantar di duga penggunaan dana bos nya selama di pegang kepsek Susiyanto. hanya untuk kepentingan pribadi. (herni)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *