Kam. Okt 17th, 2019

DINKES TIDAK TRANSPARAN, DIDUGA ADA YANG DISEMBUNYIKAN

Ruang ka.diskes kosong

 

 

Dana Pengadaan Alat Kedokteran Gigi Tak Transparan, Pejabat Dinkes : Saling Lempar.

 

 

 

 

HARIAN DATAPOST, Bandar Lampung – Dinas kesehatan kota bandar lampung diduga menutupi informasi publik mengenai, Belanja pengadaan alat-alat kedokteran gigi pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung diduga tidak transparan, Hal ini terlihat setelah pewarta ingin melakukan konfirmasi.

Berdasarkan sumber yang dihimpun Dinkes mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp576 juta yang berasal dari APBD 2019.

Saat wartawan ini melakukan konfirmasi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Abu Bakar menyatakan bahwa terkait anggaran alat kesehatan adalah kewenangan Bidang Sumber Daya Kesehatan.

“Itu punya bu Asnah, ruangannya dilantai 2. Kalau kita ini bagian promosi,” kata Abu Bakar diruang kerjanya, Senin (9/9/2019).

Namun ketika dikonfirmasi Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Asnah sedang tak berada diruang kerja.

“Ibu Asnah tidak ada, kalian mas lebih baik tanya ke bagian UP (Umum dan Pegawai),” kata pegawai wanita yang ada diruangan Asnah dan meminta stafnya mendampingi wartawan keruangan  bagian UP.

Sayangnya Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinkes Bandar Lampung Ria Rachmati nampak bingung saat akan dikonfirmasi terkait pengadaan alat kedokteran gigi.

“Kalau kita bagian surat-surat,” kata dia.

Begitupun Kepala Dinas Kesehatan Edwin Rusli saat ditemui, tidak berada diruangan.

Dengan tidak transparanya Dinkes diduga tidak memahami Undang-Undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik. Dalam UU itu pada intinya memberikan kewajiban kepada setiap badan publik untuk membuka akses bagi setiap pemohon informasi publik untuk mendapatkan informasi publik, kecuali beberapa informasi tertentu.

Sebelumnya alat kesehatan pernah disorot oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejati lampung dan Polda lampung terkait kasus Alkes kabupaten lampung selatan. yakni kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes). (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *