Sab. Agu 24th, 2019

Warga Keluhkan Ditutupnya Jalan Pintas Pajajaran ke Jalan Pahlawan oleh PT.KAI

JALAN PINTAS REL DI TUTUP PT. KAI PENGHUBUNG JALAN PAJAJARAN KE JALAN PAHLAWAN.

 

 

 

PT. KAI tutup Jalan pintas pengguna kendaraan bermotor roda dua dengan portal.

 

 

 

 

Bandar Lampung, HARIAN DATAPOST – Pengendara bermotor roda dua kini tidak lagi bisa melintasi jalan kampung yang menghubukan kelurahan jagabaya 2 dan kelurahan surabaya. Dikarenakan jalan tembus(jalan pintas) yang menghubungkan kedua kampung itu kini di tutup pihak PT. KAI.

Masyarakat pengguna jalan itu keluhkan penutupan jalan yang melintasi rel milik PT. KAI di lalui kendaraan bermotor roda dua, pasalnya masyarakat jagabaya 2 dan kelurahan surabaya serta pengguna jalan itu tidak lagi bisa melintas dalam waktu tempuh lebih cepat, jarak tempuh warga pengguna jalan tersebut semakin jauh. Ujar salah satu pengguna jalan

Maya (30) seorang ibu yang sering menggunakan jalan pintas ini keluhkan jalan pintas yang menghubungkan jalan pajajaran ke jalan pahlawan teuku umar yang menyeberangi rel PT. KAI, ditutup. “aku tiap hari pak, menyeberangi rel jalan ini. Anter anak sekolah, sekarang tambah jauh harus memutar ke jalan urip sumoharjo untuk antar anak sekolah, (12/8/2019).

Lurah jagabaya 2 bahril saat ditemui di ruang kerjanya, “sangat di sayangkan dengan di tutupnya jalan pintas rel kereta api yang baru dua minggu belakangan ini di tutup, meskipun baru-baru itu dirinya mengakui adanya kecelakaan pedagang sayur yang melintas terserempet kereta babaranjang, namun dengan kejadian itu tidak mesti di tutup,Harap lurah bahril.

“hendaknya pihak PT.KAI, meninjau ulang dengan penutupan jalan pintas tersebut , bahkan kami sedang menunggu reaksi dari pihak KAI untuk membuka kembali jalan itu, tidak sedikit masyarakat mengeluh karena sekarang kalau mau nyeberang dari jagabaya atau surabaya harus muter lewat uripsumoharjo atau muter ke pasar tanjung karang, belum lagi ibu-ibu yang mau antar sekolah ke taman murni jalanya harus muter-muter kasihan masyarakat” ungkap lurah bahril.

Bahril juga menambahkan pihaknya siap apa bila di ajak kompromi MoU untuk buat tanda larangan atau himbauan pihaknya siap mewakili masyarakat, Asalkan jalan pintas yang sudah puluhan tahun tersebut di lintasi masyarakat kembali (tidak di tutup),harapnya. (RED.SKH-DP/Herni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *