Sab. Agu 24th, 2019

Demonstran Minta Arinal Copot Jabatan Kadis Dan Sekretaris PUPR Provinsi Lampung

Laporan wartawan Harian DataPost : Agus

 

 

 

Parle Tuntut Arinal Copot Jabatan Kadis Dan Sekretaris PUPR Provinsi Lampung

 

 

 

LSM Parlement jalanan menggelar aksi di lingkungan kantor gubernur pada senin pagi (5/08).

 

 

 

 

Bandarlampung, HARIAN DATAPOST¬† –
Dugaan kasus korupsi yang masih menghantui provinsi Lampung pasca penetapan zona merah yang di rilis KPK menjadi pukulan sendiri untuk pemerintah provinsi Lampung, ketika momen Komisioner anti raswah tersebut menyambangi Kantor Pemprov lampung, LSM Parlement jalanan menggelar aksi di lingkungan kantor gubernur pada senin pagi (5/08)

Saudi Romli, koordinator aksi menjelaskan, aksi yang kami lakukan hari ini untuk menuntut Gubernur Lampung bersikap tegas, “Gubernur harus berani mengusut dan memberhentikan Ali subaidi dan Nurbuana, karena mereka berdua diduga kuat melakukan pengondisiaan dalam lelang paket” tegasnya (05/08)

Saudi melanjutkan dalam siaran persnya, meminta pihak kejaksaan dan KPK untuk menyelidiki kasus dugaan korupsi di lingkungan Dinas PUPR provinsi Lampung tersebut, “Kita minta pihak berwenang untuk berani mengambil tindakan, kasus korupsi itu adalah perbuatan yang melawan hukum, maka dari itu, kami meminta pihak berwenang berani untuk mengambil sikap” tandasnya

Saudi ramli juga menerangkan bahwa ada beberapa minggu yang lalu, kami menduga Kadis PUPR melakukan pengodisian secara masif dengan pihak LSM dan media, “Kami dapat informasi kalo adanya dugaan pengondisian secara masif, supaya Dinas PUPR tidak rame, tidak di demo” cetusnya

Sekretaris Dinas PUPR, Nurbuana ketika hendak dikonfirmasi mengenai dugaan pengondisian yang dilontarkan pihak ‘Parle’, Hanya mengatakan “Saya sedang menemani Pak kadis Di pemprov” Singkatnya (05/08)

Sebelumnya Parle menyoroti pengerjaan yang diduga sarat indikasi korupsi, seperti proyek pembangunan Bumi perkemahan pramuka kotabaru yang menelan anggara sebesar Rp 7,9 milyar,kemudian Pembangunan Perpustakaan Modern yang menelan anggaran sebesar Rp 25 milyar dan yang terakhir Revitalisasi Kompleks (PKOR) yang menelan anggaran sebesar Rp 36 milyar. (RED.SKH-DP/Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *