Rab. Feb 24th, 2021

PETERNAK LOKAL DUKUNG PEMERINTAH KENDALIKAN HARGA DAN PASOKAN DAGING.

Laporan wartawan Harian DataPost  :  BRATA DP

 

 

 

 

 

 

Lampung Tengah, HARIAN DATAPOST  – Meminimalisir import daging pada Hari Raya Idul Fitri 1440 H, Feedlotter GGLC Bersama petani ternak jaga harga dan kualitas daging, pasalnya Ketersediaan pasokan serta kualitas daging sapi sangat krusial menjelang Ramadhan Idul Fitri, dengan harga jual naik cukup signifikan akibat kebutuhan daging sapi serta kurangnya pasokan.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam
diskusi publik dengan tema Menjaga kualitas dan pasokan daging menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1440 H yang diselenggarakan oleh paguyuban ternak Lembu Suro Sakti di Balai Warga Bandar Sakti Kec. Terusan Nunyai Lampung Tengah (10/4/2018).

Paguyuban Lembu Suro Sakti merupakan salah satu binaan dari perusahaan Feedlotter GGLC yang ada di Lampung Tengah.

Pembina peternak Lembu Suro Sakti Shodik Muslimin mengatakan diwilayah Lampung Tengah dengan alamnya yang asri dan banyak rerumputan menjadikan lahan yang ideal untuk usaha peternakan sapi, sehingga tidak mengherakan kalau Provinsi Lampung surplus akan kebutuhan daging dan bahkan sebagai pemasok daging lokal nasional yang signifikan.

“Kami sebagai peternak sapi lokal akan membantu pemerintah dalam menjaga kualitas dan pasokan daging nasional terutama dihari-hari besar” ucap shodik.

Selain itu menurut Shodik, dalam diskusi terbuka tersebut, pihaknya akan terus berusaha dalam menjaga harga jual daging sapi ternak khususnya terhadap petani, “Petani kan ini mata pencarian utamanya, ini stok banyak malah harga turun, kita dari prisahaan GGLC akan terus menyuarakan para petani kepada pemerintah agar harga daging sapi tidak terlalu turun, nantinya kita akan bersama-sama mencari solusi dan jalam terbaik untuk menaikkan atau menstabilkan harga daging ini,” paparnya

Ditambah, salah satu penurunan harga daging sapi ini pun adalah adanya import daging potong luar negeri yang saat jni sudah memasukin daerah-daerah penyuplai daging, seperti Palembang, Lampung, dan juga Medan, “Kalau hanya Jabotabek saja si nggak masalah, namun ini sudah menembus daerah Sumatera, yang dikenal sebagai penyuplai daging sapi potong, dahulu pada tahun 2017-2018 stok daging kita sekitar 9 ribu ton dan keperluan untuk di dareah Lampung sendiri hanya sekitar 5 ribu ton, masih ada sekitar 4 ribu ton yang mampu membantu prekonomian warga, saat ini bisa di hitung berapa ekor yang hanya kita potong, bahkan yang sebelumnya kita dari perusahaan menyuplai 25 ekor sapi, dan kurang lebih 10-15 ekor sapi dari peternak saat ini dari perusahaan hanya mengulurkan 20 ekor saja,” jelasnya.

Sementara itu pakar peternakan dari Universitas Lampung, Drh. Madi Hartono, MP mengatakan lampung merupakan lumbung ternak nasional dan perlu mendapat perhatian khusus pemerintah, pihaknya berusaha dalam membantu memotivasi peternak agar dapat mau bersama-sama bangkit dalam keterpurukan yang saat ini melanda.

“Kami berharap pemerintah memaksimalkan potensi ternak di Lampung Tengah dengan memberikan insentif, akses permodalan serta pendampingan sehingga peternak-peternak lokal dapat meningkatkan budidaya dan hasil ternak untuk menunjang stabilitas harga dan pasikan daging nasional, dan dalam diskusi ini pun kamo berusaha bagaimana caranya perekam dapat kami bantu dalam penjualannya, dan mengubah maenside berfitikir di mana dari pada dijual lebih baik untuk sendiri saja, akibat daya jual yang tidak teratur, hal ini kami ingin dimana peternak dan pihak pengusaha lokal lainnya dapat bersinergi untuk bersama-sama menjaga kesehatan ternaknya agar dapat menjadi kualitas dari ternak itu sendiri, dan harga jual tetap dalam perhitungan,” tandasnya.

 

 

(*/red dp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *