Rab. Mei 5th, 2021

Membentuk Karakter Siswa Lewat Gerakan Literasi Sekolah

 

 

SLEMAN, DATA POST – Sebagai upaya dalam membentuk karakter positif bagi siswa didik, SMPN 4 Pakem Sleman terus galakkan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Salah satu strategi dalam upaya tersebut yaitu melalui pembiasaan.

Kepala Sekolah SMPN 4 Pakem, Ponidi, menjelaskan, membentuk karakter juara yang merupakan visi dan misi SMPN 4 Pakem dapat diwujudkan dengan pembiasaan dalam kegiatan-kegiatan yang terdapat di program GLS.

Untuk mewujudkan visi misi tersebut pihak SMPN 4 Pakem dipaksakan melalui sebuah pembiasaan. “Salah satunya dalam bidang literasi seperti pembiasaan membaca 15 menit yang wajib dilakukan oleh murid maupun guru,” jelas Ponidi, saat menjelaskan terkait program literasi di Aula SMPN 4 Pakem, Jum’at (24/8/2018).

Membaca 15 menit (reading time) merupakan salah satu kegiatan dalam GLS, yang merupakan program Kemendikbud RI pada tahun 2015, yang bertujuan menumbuhkembangkan budaya literasi membaca dan menulis siswa di sekolah.

Lebih lanjut, Ponidi menjelaskan, untuk mewujudkan pembentukan karakter tersebut juga tidak cukup hanya dengan pembiasaan kegiatan reading time saja.

Ponidi juga memaparkan, untuk mendukung upaya tersebut siswa juga diikutsertakan dalam program wajib kelompok ilmiah remaja. “Di mana program tersebut merupakan implementasi dari kegiatan pembiasaan membaca sehingga menghasilkan karya tulis ilmiah,” kata Ponidi lagi.

Program kelompok ilmiah sebetulnya sudah ada sebelumnya, namun hasilnya kurang nampak. Setelah adanya program literasi yang berjalan satu tahun ini, minat membaca siswa terlihat membaik bahkan cenderung meningkat malah ketagihan.

Untuk memperkuat itu diceritakan kembali, ditulis kembali dalam bentuk karya ilmiah.
Hasil dari program tersebut, diakui Ponidi, sangat memengaruhi terhadap perkembangan karakter maupun prestasi siswa didik.

Hal tersebut dapat dilihat melalui prestasi-prestasi yang diraih, yaitu seperti grup kelompok ilmiah IPS yang berprestasi dalam kejuaraan tingkat DIY, grup kelompok ilmiah IPA yang berprestasi di kejuaraan Nasional.
Tidak hanya itu. Hasil lain dari penerapan pembiasaan terhadap program tersebut juga dapat dilihat dari sejumlah karya tulis yang telah diterbitkan selama satu tahun ini, di mana penulisnya terdiri dari siswa maupun guru di SMPN 4 Pakem.

Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan terus mendukung apa yang dilakukan sekolah-sekolah di Kabupaten Sleman dalam upaya merealisasikan Program Literasi Sekolah (PLS).

“Dari awal kita memberikan kesempatan yang sama untuk semua sekolah yang ada di Sleman ini dengan cara memberikan sosialisasi kemudian pembinaan.

kemudian responnya berbeda,” papar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Ayu laksmi Dewi Tri Astika Putri.
Ayu menjelaskan, SMPN 4 Pakem ini merupakan salah satu sekolah yang memberikan respon baik terhadap program tersebut. “Bahkan cenderung berkembang lebih cepat dari perkiraan,” tandas Ayu.

Lebih lanjut Ayu mengatakan, perpustakaan sekolah atau program literasi sekolah ini menjadi salah satu penyangga dari kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Di mana di SMPN 4 Pakem ini sangat diperhatikan fasilitas literasi tersebut seperti perpustakaan dan pojok literasi, yaitu tempat atau spot-spot yang disediakan sejumlah buku untuk aktivitas membaca.

Ayu berharap, apa yang sudah dilakukan di SMPN 4 Pakem ini bisa memotivasi dan mendorong sekolah-sekolah lain untuk melakukan hal yang sama. “Sehingga dari Pemerintah Kabupaten Sleman, dalam hal ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, memiliki banyak mitra untuk melakukan gerakan nasional membudayakan minat baca,” pungkas Ayu. (Affan DP )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *