Rab. Des 2nd, 2020

UCAPAN “PECAH KEPALA” DARI WALIKOTA BANDAR LAMPUNG BERBUNTUT LAPOR KEPOLISI OLEH WARTAWAN

 

 

 

Wartawan LAPORKAN WALIKOTA BANDAR LAMPUNG ke POLDA LAMPUNG.

 

 

 

 

 

Wakil Ketua bidang pembelaan wartawan PWI Lampung  Juniardi,(jaket hitam kaos merah) bersama pewarta lainya datangi gedung balai kota bandar lampung.

 

 

 

 

Bandar Lampung,  DataPost  –  Puluhan wartawan yang ada dibandar lampung bersama Wakil Ketua bidang pembelaan wartawan PWI Lampung  Juniardi, mendatangi Polda Lampung untuk melaporkan Walikota Bandar Lampung Herman HN yang telah melontarkan ucapan pengancaman terhadap Dedy Kapriyanto salah seorang wartawan Lampung Televisi (LTv).

 

Gabungan wartawan dari media cetak, televisi dan online itu mendatangi Polda Lampung, dipimpin Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan Pwi Lampung Juniardi, guna mendampingi Dedy Kapriyanto melaporkan Walikota Bandar Lampung Herman HN, yang melontarkan ungkapan akan memecahkan kepala wartawan ketika diwawancarai di Gedung DPRD kota Bandar Lampung, Senin 9 November 2020 lalu.

 

Sejumlah wartawan sebelum mendatangi Mapolda Lampung berangkat dari Balai Wartawan Bandarlampung, sedangkan sejumlah wartawan lain dari Ikatawan Wartawan Online (IWO) Lampung juga telah menunggu di Polda lampung.

 

Dedy Kapriyanto yang merasa tidak terima atas perlakuan orang nomor satu di Kota Tapis Berseri itu akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polda Lampung, Selasa 10 November 2020. Kedatangan Dedy Kapriyanto di Polda Lampung untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya itu didampingi perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung, bersama pengurus PWI Kabupaten/ kota, dan crew Ltv se-Lampung.

 

“Ya ini mau laporin kejadian kemarin,” ujar Dedy. Dedy juga mengatakan, laporan itu terkait dugaan intimidasi, pengancaman dan penghinaan yang dilakukan oleh Walikota Bandarlampung saat dirinya menjalankan tugas jurnalistik.

 

Sementara koordinator liputan Ltv Zen Sunarto menyerahkan sepenuhnya kasus Dedy Kapriyanto ke PWI Lampung. “Untuk masalah ini sudah saya serahkan sepenuhnya pada lembaga Advokasi dan Konsultasi Hukum PWI Lampung, yang mana Ketuanya adalah bapak Rojali Umar,” ungkap Zen Sunarto.

 

Selain dilaporkan Walikota Bandarlampung ke Polda Lampung puluhan wartawan juga menggelar aksi di Tugu Adipura Kota Tapis Berseri. Aksi itu atas tindakan orang nomor satu di pemerintah Kota Bandarlampung yang dianggap telah melecehkan profesi wartawan dan diduga telah mengeluarkan ugkapan pengancaman pecah kepela wartawan. (*/red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *