Kam. Okt 22nd, 2020

OKNUM KADES DAN PANITIA PTSL DESA TANJUNG BARU DIDUGA PUNGLI FANTASTIS

 

 

 

Gambar ilustrasi Pungli sertifikat PTSL

 

 

 

KADES DAN PANITIA SERTIFIKAT PTSL DI DESA TANJUNG BARU DIDUGA PUNGUT BIAYA FANTASTIS.

 

 

 

Lampung Selatan, Data Post –  Program PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP (PTSL) di Desa Tanjung Baru  kecamatan Merbau Mataram, kabupaten lampung selatan,  tahun 2019 diduga ada unsur pungutan liar (pungli) yang cukup fantastis nilainya, dan diduga oknum kepala desa dan panitia PTSL desa tanjung baru bermain.

 

Keputusan SKB 3 Menteri yaitu menteri agraria BPN, Menteri desa pembangunan daerah tertinggal dan Menteri dalam Negeri, no.25/SKB/V/2017 ,NO.590-3167A thn.2017 dan NO.34 TH. 2017.

 

Dalam poin ke 7 katagori lV dinyatakan, provinsi Riau, Jambi, Sumatra Selatan dan lampung, bengkulu, kalsel biaya pembuatan  PTSL  hanya di kenakan biaya sebesar Rp.200.000,-.

 

 

 

Barang bukti (1) kwitansi dengan jumlah Rp1.050.000,- biaya pelunasan sertifikat PTSL yang diterima RT Rudi.

 

 

 

Namun pada kenyataanya berbeda dengan desa tanjung baru, kec. Merbau mataram kab. Lampung selatan warga dibebankan dengan biaya pembuatan PTSL sebesar Rp. 1.050.000,-

 

Menurut salah seorang Warga masyarakat desa tanjung baru yang namanya tidak ingin di tulis pada koran ini keluhkan mahal dan tingginya biaya pembuatan buku sertifikat PTSL didesanya.

 

Pembuatan buku PTSL Th.2019 didesa tanjung baru masyarakatnya dimintai lebih dari target dan aturan pemerintah pusat, bahkan saat hal tersebut di konfirmasi langsung pada kadus Jauhari,  di kediamanya , (9/10/20)

 

Dengan jujur mengatakan pada koran ini, bahwa dana untuk mengurus PTSL itu di pungut lebih, sebesar Rp.550.000, kepada masyarakat yang membuat PTSL Th.2019, ujar kadus jauhari.

 

Tambah RT Rudi, menjelaskan di kediamanya saat di konfirmasi hal yang sama terkait pembuatan buku PTSL itu tidak meyangkal kalau pungutan dana buat PTSL Th.2019 itu di pungut Rp.550.000,- ribu rupiah.

 

Dengan bahasa yang sama dengan kadus, hal tersebut  atas dasar perintah kaur pemerintahan desa setempat sebagai Pokmas, bahkan saat di konfirmasi soal masyarakat ada yg membayar Rp. 1.050.000,  di dalam kwitansi yang tertulis dan di tanda tangani langsung oleh RT  Rudi.

 

RT rudi pun tidak menyangkal karna dirinya selaku bawahan dan dasar perintah kaur pemerintahan desa setempat.

 

 

Barang bukti (2) kwitansi dengan jumlah Rp850.000,- biaya pelunasan sertifikat PTSL yang diterima RT Rudi.

 

 

 

Warga meminta aparat hukum turun untuk mengusut pungli yang terjadi di desa tanjung baru, kecamatan merbau mataram kabupaten lampung selatan.  “kami(warga) minta pihak berwajib tangani pungli yang sudah memeras warga secara berlebihan agar dapat di penjara dan diusut tuntas,” nada kesal masyarakat.

(herni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *