Ming. Okt 25th, 2020

Operasi Patuh Krakatau 2020, Ini Penjelasan Dirlantas Polda Lampung

 

 

 

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Lampung, Kombes Pol Donny Sabardi Halomoan Damanik.

 

 

 

Protokol Kesehatan Jelang New Normal Dirlantas Polda Lampung Akan Operasi Patuh Krakatau 2020.

 

 

 

 

Bandar Lampung, DataPost  –  Dalam upaya meningkatkan kepatuhan dalam berkendara dan persiapan New Normal di Lampung, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung akan menggelar Operasi Patuh Krakatau 2020 yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 Juli hingga 5 Agustus 2020.

 

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Lampung, Kombes Pol Donny Sabardi Halomoan Damanik mengatakan, kegiatan operasi akan menerapkan tiga pendekatan yakni preemtif (edukasi) 40 persen, preventif (pencegahan) 40 persen, dan represif (penindakan) 20 persen.

“Kami juga akan melakukan kegiatan pemantauan di angkutan umum, pakai masker atau tidak. Penumpang tidak lebih dari 50 persen dan tetap jaga jarak,” kata Dirlantas, saat silahturahmi dengan media di Direktorat Lantas Polda Lampung.

 

Menurut Donny, Provinsi Lampung sebagai pintu gerbang masuk Sumatera berpotensi menimbulkan permasalahan. “Banyak masalah dipintu masuk gerbang Sumatera khususnya lalu lintas. Ditambah lagi kurang disiplinnya masyarakat terhadap kepatuhan berkendara,” katanya, Rabu 15 Juli 2020.

 

Dengan adanya operasi Patuh Krakatau yang dilaksanakan pada tanggal 23 Juli hingga 5 Agustus 2020 nanti, Donny berharap ada kepatuhan masyarakat terhadap tertib lalu lintas yang dibarengi dengan adaptasi kebiasaan baru yakni dengan menerapkan protokol kesehatan.

 

“Kegiatan yang akan dilaksanakan selama 14 hari ini akan berbeda dengan kegiatan operasi patuh sebelumnya. Karena saat ini situasi pandemi, jadi operasi ini juga bertujuan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Meski Lampung bukan wilayah PSBB tapi kita harus waspada,” ucapnya.

 

Pelanggaran yang akan ditindak adalah pelanggaran yang dilihat dari evaluasi angka pelanggaran yang sering terjadi. Karena itu, Donny mengingatkan kepada masyarakat yang memanfaatkan jalan untuk kegiatan agar bisa melakukan koordinasi. “Pelanggaran yang kerap terjadi diantaranya surat menyurat SIM dan STNK, helm dan lawan arus,” katanya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *