Sel. Agu 4th, 2020

Pembangunan Gedung Tanpa Nama Menelan Korban Jiwa

 

 

 

PEMBANGUNAN GEDUNG TANPA PAPAN NAMA DiBATU PUTU MEMAKAN KORBAN NYAWA PEKERJA.

 

 

 

Tempat sopian(alm) merenggut nyawa sudah dipasang Policeline.

 

 

 

BANDARLAMPUNG, DATAPOST  -Pembangunan gedung bertingkat yang tidak ada plang namanya berlantai 4  berdiri di tanah seluas kurang lebih 3 hektar dikelurahan batu putu kec.Teluk betung barat, wilayah hukum polsek teluk betung timur kota Bandar Lampung 8/6/20 , kamarin jatuh korban meninggal dunia.

 

Menurut keterangan adik korban diki(30) saat dikonfirmasi oleh koran ini, alm (sopian, red) sudah  meninggal dunia langsung di tempat kejadian di jelaskan kronologis kejadian yang menimpa almarhum (sopian, red) sekitar pukul 08.30 wib, dia (alm, sopian. Red) sedang mengaduk adukan semen di bawah bangunan tempat korban (sopian, red)  meninggal dunia,  akibat tertimpah besi sepanjang kurang lebih 2 meter. Besi yang menghantam jatuh dari atas gedung di lantai 3.

“saya (diki adik korban,red) mendengar kawan kawan berteriak di lantai bawah, saya langsung turun melihat kakak(alm,sopian.red) saya sudah berlumuran darah dari kepala, lalu saya gotong dan bawa ke RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo, tidak tertolong nyawa kakak(sopian.red) saya”.

 

Berdasarkan pantauan wartawan dilapangan, para pekerja Proyek gedung bertingkat itu tidak memperhatikan,  menggunakan pengaman atau pelindung diri untuk keamanan,  keselamatan dan kesehatan kerja  (K3) sesuai UU  No.2 Tahun 2017 tentang Jasa Kontruksi dan diduga lalai dalam pengerjaan kontruksi proyek.

Terlihat para pekerja yang sedang mengerjakan proyek pembangunan tersebut, banyak yang tidak memakai pelindung kepala tidak memakai alas kaki, bahkan hanya ada yang memakai kaos dalam.

Diketahui Proyek gedung bertingkat itu kata tukang inisial J dan warga inisial R sekitar milik inisial pak Haji D pemilik rumah makan ternama diKota Bandar Lampung.

“iya pak, bangunan ini milik pak Haji D”. Kata salah satu tukang yang berinisial J.

Warga pun mengAMINi bahwa gedung ini milik pak haji D, pemilik rumah makan ternama di kota bandar Lampung.

Dalam UU tentang Jasa Kontruksi, penyedia jasa dan sub penyedia jasa dalam pekerjaan kontruksi harus memenuhi standar keamanan, keselamatan dan kesehatan (K3).

Sementara jambra (selaku pengawas /orang kepercayaan pak haji D)  membenarkan adanya kecelakaan kerja yang merenggut nyawa sopian (pekerja proyek) yang tertimpah besi dari lantai 3.

“ya, namanya juga kecelakaan kerja, tentunya tidak ada yang mau. Tapi semua urusan sudah di selesaikan oleh pihak pemilik pondok pesantren ini pak( red), dan juga polsek teluk betung timur (TBT)” sudah selesai.

BRIPKA AZWAR, selaku bhabinkamtimas saat di konfirmasi melalui telepon membenarkan telah terjadi kecelakaan kerja di gedung itu.

“ya,  kalo lebih detil kronologisnya silahkan saja hubungi kapolsek langsung, tutupnya singkat. (Herni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *