Sel. Agu 4th, 2020

KEPALA SEKOLAH SMA N 1 GADINGREJO GELISAH DIKUNJUNGI WARTAWAN

APA YANG DISEMBUNYIKAN .?. KEPSEK SMA N 1 GADINGREJO GELISAH JURNALIS SILATURRAHMI 

 

 

 

 

   Drs.Yulizar.MM.      Kepala sekolah SMA N 1 GADINGREJO Kab. Pringsewu.

 

 

 

 

PRINGSEWU,  HARIAN DATAPOST  –  Kunjungan silaturrahmi yang dilakukan pencari berita atau Wartawan ke sekolah SMA N 1 Gadingrejo Kabupaten Pringsewu, guna menelusuri informasi terkait bantuan pemerintah pusat melalui kementerian pendidikan dan kebudayaan, mendapatkan perlakuan kurang harmonis dari kepala sekolah.

Yulizar, selaku kepala sekolah SMA N 1 Gadingrejo masih menutupi bantuan BOS KINERJA dan BOS AFIRMASI yang di dapat di peroleh sekolah tersebut dari kementerian pendidikan dan kebudayaan pusat. Saat dikonfirmasi tim (wartawan) selasa 04/02/20 siang di ruang dewan guru.

Terbukti Saat tim (wartawan) kunjungi sekolah tersebut, guna menggali informasi terkait dana BOS KINERJA dan BOS AFIRMASI yang diperoleh sekolah,

Dengan nada sedikit sinis dan meremehkan tim (wartawan) kepsek berkomentar,

“saya ini se-orang ASN kepala sekolah profesional” ucap yulizar

Bahkan yulizar, di hadapan tim (wartawan)  dengan nada sombong dan angkuh,

“dengan kedatangan wartawan  kesekolahnya dirinya tidak lagi konsentrasi bahkan sangat terganggu” kata yulizar

Karna dirinya sedang menerima salah se orang guru saja tidak konsentrasi pikiranya dengan alasan karna ada wartawan datang, ungkapnya lantang.

Bahkan salah seorang tim ( jurnalis) mengkonfirmasi tentang adanya bantuan dana Bos kinerja dan afirmasi sudah atau belum di belanjakan ?

yulizar, ” kalau bisa dana tersebut dikembalikan, dan di suruh di kembalikan oleh pusat, dirinya siap kembalikan.” terang nya.

Karna selain dana tersebut bayak yang melirik, juga pihaknya akan merugi ujarnya dengan ucapan angkuh.

“kalau di pakai siswa/i barang (android. Red)  itu  rusak siapa yang mau memperbaiki, belum lagi listriknya siapa yang mau bayar” ujar kepsek.

Bahkan kepsek pun dengan lantang pihaknya mau menggunakan dana bos kinerja tersebut harus bekerja sama dengan pihak kejaksaan agar pihaknya tetap di awasi apabila kelak terjadi masalah pihaknya bisa di jerat hukum.

Yulizar menambahkan disekolah yang ia pimpin di hadapan tim jurnalis mengatakan jumlah siswa/i yang hampir 1000 lebih tersebut, masih ada siswa/i yang tidak membayar hampir 100 siswa/i. Jelasnya.

Tidak menjelaskan secara detail kepada tim,  apa maksud ucapannya terkait  siswa/i yang tidak membayar itu.

Jurnalis hanya sebagai lembaga sosial kontrol dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliput, mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia Keterbukaan informasi publik.

 

Laporan : Herni

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *