Rab. Feb 26th, 2020

OKNUM HONORER SEKOLAH SMP N 3 SUKOHARJO DIDUGA GELAPKAN UANG SERAGAM

GAWAAT…, ADA DUGAAN PUNGUTAN UANG SERAGAM SEKOLAH DAN MIRISNYA LAGI SERAGAM TAK DIDAPAT,  UANG PUN TAK KEMBALI. 

 

 

 

 

Pringsewu, HARIAN DATAPOST  –
Sekolah tempat siswa siswi menimba ilmu disekolah SMP N 3 Sukoharjo, niat orang tua sekolahkan anak anaknya di SMP N 3 SUKOHARJO agar mendapatkan pendidikan dan fasilitas yang baik dan layak disekolah tersebut. Tapi sayang kekecewaan yang di alami orang tua/ wali murid dan siswa siswi ingin mendapatkan sekolah yang terbaik pudar. Karena ulah oknum honorer di sekolah tersebut. Oknum honorer  di duga gelapkan uang seragam sekolah kisaran Rp 32.860.000.

Menyikapi beberapa wali murid dan siswa SMP N 3 Sukoharjo terkait seorang oknum TU Honorer operator sekolah SMP N 3 Sukoharjo kecamatan Sukoharjo kabupaten Pringsewu. Di duga menggelapkan uang seragam milik siswa sebesar Rp 32. 860. 000 .

Dalam menyikapi kasus ini , kepala sekolah SMP N 3 Sukoharjo, Joko Singgih Ahmadi S.Pd , saat di konfirmasi awak media di kantornya 30/01/2020 . Membenarkan adanya penarikan uang seragam murid dan sebanyak 106 siswa sudah membayar lunas kepada Sriyanto selaku honorer operator sekolah uang itu untuk seragam batik ,seragam olah raga dan atribut. program itu di tawarkan mulai dari bulan 7 /2019 hingga saat ini belum satu stel pun terealisasi , tegasnya.

Ketika beberapa wali murid di konfirmasi awak media, salah satu dari wali murid me-minta namanya jangan di tulis, mengeluhkan terkait seragam sekolah yang sampai saat ini belum jadi , dan beberapa wali murid sudah beberapa kali mencoba menanyakan ke pihak sekolah ,bahkan ada 2 murid yg sudah minta pindah sekolah di karenakan seragam nya tak kunjung terealisasi, pungkasnya.

Tambah wali murid,  meminta dinas pendidikan kabupaten segera turun tangan atasi masalah dugaan penipuan,  penggelapan dengan modus biaya seragam sekolah. Ujar salah satu wali murid, dengan nada kecewa.

Terpisah, tambah guru wali kelas Aditiya juga membenarkan bahwa Sriyanto yang telah mengkoordinir pembuatan seragam sekolah tersebut, hingga saat ini tidak kunjung terealisasi. Jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *