Rab. Feb 26th, 2020

OKNUM KARYAWAN LEASING FIF PRINGSEWU AROGAN KEPADA NASABAH DAN JUGA WARTAWAN

Bukti arogannya oknum karyawan FIF, yang telah merebut/ mengambil secara paksa yang bukan miliknya.  ID CARD PERS (wartawan) datapost bukti dirampas di tangan oknum karyawan FIF. 

 

 

 

 

OKNUM KARYAWAN LEASING FIF RAMPAS DAN LECEHKAN HAK UU PERS (WARTAWAN) 

 

 

 

 

Pringsewu, HARIAN DATAPOST 

Keterlaluan perlakuan yang di lakukan oknum PT. Federal internasional finance ( FIF Group) kepada awak media. (28/01/2020)

Salah satu wartawan yang jadi korban adalah Ares, warga pekon keputran, kecamatan Sukoharjo, kabupaten Pringsewu.

Oknum yang mengaku pimpinan di PT FIF group mengambil dan merampas paksa ID CARD WARTAWAN DATAPOST saat mau di konfirmasi di kantor FIF. ( 28 januari 2020. )

Lebih mirisnya lagi, oknum FIF group itu mengancam dan seolah olah dia yang berkuasa di kantor itu. Bahkan Ares mengalami kerugian karena KTA di rebut paksa, dan di saat saudara Ares mau merekam peristiwa nya hp( hendpon ) punya saudara Ares sempat mau di rebut oleh karyawan FIF tersebut ujar saksi di lokasi kejadian.

Tiba tiba seorang yang mengaku karyawan FIF group merampas KTA yang sempat di pegang tangan kanan, oknum karyawan FIF tersemmbut. Saya pun bersikeras meminta baik baik KTA saya. Tapi karyawan tersebut tetap memaksa mempertahankan KTA PERS.

Akibat perbuatan tidak menyenangkan tersebut, saya sudah melaporkan ke Mapolres pringsewu. dengan bukti lapor

Nomor : TBL/B-57/ l / 2020 / POLDA LPG / RES SEWU.
Tanggal lapor 28 januari 2020.

jangan hanya karena saya masyarakat biasa kemudian di perlakukan seperti itu, apalagi negara ini kan negara hukum kalo memang ada masalah dalam peng-kriditan bermasalah dengan pembayaran angsuran setidaknya kan bisa di bicarakan dengan baik baik atau lewat jalur hukum, yakni pengadilan.

Saya minta perusahaan seperti ini agar di tindak tegas, karena merugikan masyarakat kecil” kesalnya.

Diapun meminta pihak kepolisian menindak tegas perusahaan leasing yang sering memakai jasa debt collektor dengan kekerasan.

Apapun alasan pihak FIF group tidak di benarkan dalam aturan dan undang undang. Apalagi sudah memakai kekerasan. Itu sama saja dengan merampok dan merampas hak rakyat , dan itu termasuk pidana harus di proses sesuai hukum yang berlaku .tegas nya.

Ares menambahkan, pihak perusahaan seharus nya mengerti aturan, sebab kata dia , kementrian keuangan telah mengeluarkan peraturan menteri keuangan ( PMK ) no 130/PMK.010/2012 tentang pendaftaran findusia bagi perusahaan pembiayaan yang di keluarkan tanggal 7 Oktober 2012.

Di mana menurut undang undang no 42 tahun 1999, findusia adalah suatu proses pengalihan hak milik atas sesuatu benda dengan atas dasar kepercayaan, tapi benda tersebut masih dalam penguasaan pihak yang mengalihkan . Findusia umumnya di masukan dalam perjanjian perkreditan kita sebagai dibitur membayar biaya jaminan findusia tersebut . Artinya perjanjian findusia ini melindungi aset konsumen.

Leasing tidak bisa serta Merta menarik benda kriditan yang gagal bayar karena perjanjian melarang leasing atau perusahaan pembiayaan untuk menarik secara paksa benda tersebut dari nasabah yg menunggak pembayaran kreditnya, findusia pada umumnya di masukan dalam perjanjian kredit lewat pihak notaris.

Tapi sayangnya kebanyakan dari mereka tidak memakai jalur ini karena menghindar dari biaya tambahan, kedua dengan tidak di daftarkannya perjanjian tersebut ke instansi berwenang berpotensi tidak masuknya PNBP bagi kas negara.

Ancamannya pidana bagi perusahaan pembiayaan/ leasing yang telah melakukan penarikan paksa terhadap konsumen yang tertunggak , terang Ares , maka pihak leasing sangsi pasal 368, pasal 365, KUHP ayat 2,3& 4 junto pasal 3. Dalam KUHP jelas di sebutkan, yang berhak untuk melakukan eksekusi adalah pengadilan.

“Jadi apabila mau ambil jaminan, harus membawa surat penetapan eksekusi dari pengadilan. Kami berharap pihak kepolisian serius dalam menangani  masalah ini ,”tegasnya.

Laporan : Aris Joko s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *